Tuesday, 19 April 2011

basecamp on the 'camp'! (17apr)

diawali dengan cetusan seseorang di inbox fb 'basecamp', "nginep yok ke rumah jhh"
Wah mengherankan sekali, karena ini rencana dadakan yang pertama kali berhasil diadakan. Waktu itu pd ngajak iceskate ke TA, gagal. Ngajak nonton ke puri, gagal. Dsb dsb. Jadilah pada hari Minggu Palma berbondong-bondong lima orang ke rumah gw untuk 'camping'. Mengapa disebut 'camping'? Karena kami tidur menikmati AC alam muahaha

Paginya itu, gw bangun agak awal dan bersama @13rabbids, 'anak' gw yang baru balik dari ausi minggu lalu (baca post anakku pulaaaaaaannggg :D) mempersiapkan lantai rumah gw yang paling atas yang mau dipake buat nginep. Ruangannya agak panas (selalu disinari matahari) dan berdebu (jarang dipake). Anak gw nyapu, dan gw ngepel. Sayang si mia ga dibolehin sama maknya nginep :( Trus jam 12.30 gw pergi latian UCV dulu di CC ampe jam 15.30. Otw home, beli snack + sarapan buat acara nginep ntar sama bokap. Baru nyampe rumah lagi jam 16.30

Yang paling pertama nyampe adalah 'cucu' gw, @cindyisabellaa, jam 17.30..! Dia mau sekalian ikut misa minggu palma jam 19.30 sama keluarga gw. Well, banyak desas-desus yang mengatakan bahwa apabila cindy mau pergi ke gereja, gerejanya akan kiamat, runtuh, dsb. Dan benar saja. Begitu kita mau berangkat, hujan deres ._. Sangat deras. Sangat. Depan rumah gw udah banjir setumit hanya dalam waktu setengah jam. Bokap ngomong begini, "Kita liat sikon ya, jes. Kalo kita disuruh parkir di TVM, kita ga usah misa aja ya. Masa kamu mau becek-becekan nyebrang lapangan rumput?" (karena Taman Villa Meruya dan MKK dipisahkan oleh sebuah lapangan rumput yang luas)

ini gara-gara..... *melirik cindy* #jahat

Namun, kita pantang menyerah dan memutuskan untuk berangkat!
*otw* ♪~Kiri, kanan, kulihat saja, banyak rumah yang mati lampu~♪ *lirik cindy lagi*

Untungnya, hujan sudah reda, dan untungnya, kita tidak disuruh parkir mobil di TVM, dan lebih untungnya lagi, kita masih kebagian tempat di dalam gereja :D Gw & Cindy misah dari ortu gw buat ngetag'in tempat duduk buat @victorefendi dan @YosefFKYFK. Namun yang berhasil dan mau datang menerjang hujan hanyalah asep, 'suami' gw. Dia nyampenya pas pertengahan misa ckckck

Habis misa, ketemulah 'anak' gw @theolimena di pintu utama gereja. Dengan penuh kebejatan, gw & adek gw menyerang dia dengan hujaman daun palma di tangan (untuk alasan yang tidak jelas). Terus, kita semua masuk mobil. Asep theo cindy di tengah, gw & adek gw di duduk jongkok di belakang. Ini semua demi menjemput si victor di rumahnya di TVM.

Pas kita udah nyampe, gw suruh cindy suruh si vic keluar. Udah di'sms, di'bbm, di'ping, ditelpon, ga ada yang keluar. Akhirnya 'suami'ku take action. Dia keluar dan pencet bel rumah. Cuma mbaknya yang keluar, trus bilangnya si vic lagi ngepak barang (?) Ni anak bukannya ngepak daritadi.. -__-+ Trus si theo nunggu di luar mobil bersama opa. Tau-tau mbaknya keluar lagi terus bilang kalo si vic lagi tidur, ah labil nih mbak.

Tunggu, TIDUR?? Uda minta dijemput, itu anak malah tidur!??
Theo dan opa pun langsung melesat ke dalam rumah untuk membangunkan anak durhaka itu. Tak berapa lama kemudian, mereka bertiga keluar. Kemudian di dalam mobil, kami memuaskan diri menghajar vic. Trus kita berlima diturunin di pinggir jalan, eh salah, di rumah gw. Bonyok & adek gw pergi dulu makan kwetiaw. Dan gw babuin 'suami' & 'anak-anak' gw buat bawain matras ke lantai paling atas >:) Trus sambil nunggu bonyok pulang, kita ngemil chitato 2 rasa haha

Eh ternyata bonyok pulang bawa kwetiaw bun 3 bungkus buat kita, padahal gw & cindy maunya makan satu porsi berdua & yg lain uda pd makan malem .__. Jadilah kita mencoba ngabisin kwetiaw rame-rame di gazebo. Perjuangan cukup berat karena rasa kwetiawnya ga seenak dulu. Antara monoton dan hambar. Gw parohan sama opa, cindy parohan sama theo, trus victor makan sendirian -__-
Cindy cuma bisa makan dikit, jadi sisanya dia kasih theo hhaha. Ngliat gw & asep yang masih parohan di atas satu kertas minyak, si theo nantangin kita buat adu makan cepet sama dia. Ya karena kita makannya santai-santai aja....si theo menang dan membanggakan diri terus, dasar sedeng. Abis makan, kita lanjut dengan bergosip ria sampai jam 23.30
← asep & victor

cindy & theo →





 jangan lupa gosok gigi ^^

Abis gosok gigi, it's not the end

nonton bola dulu..
main uha...
  Empat kartu diambil acak, silahkan ditambahkurangkalibagi
pokoknya harus dapet hasil 40 ato 24

main cepek...

You wouldn't believe when I told you that we just slept at....3.20 x_x
Pas lagi tidur, tiba-tiba ada suara "emmmmmmmmmmmmmmmmmmm.." what the hell lama banget. Besok paginya jam 7 kita kebangun karena suara alarm plus silaunya mentari pagi (serius, silau banget), dan baru diketahui bahwa suara emm itu dari theo yang lagi di ambang tidur hahahahaa

Trus kita pergi jalan pagi. Gw sambil bawa si bush anjing gw, kasian dia uda kelamaan ga dibawa jalan. Sepanjang jalan keliling Taman Aries itu, kita ambil jalan yang ga keliatan ada anjing lain, soalnya gw takut si bush diajak berantem (pernah kejadian). Uda anjing gw badannya kecil gitu (anjing teckel), ya gw makin takut lah. Abis ngelewatin blok E dan D, kita nyusurin pinggir kali blok B, dengan logika ga bakal ada anjing sliweran di situ soalnya itu jalan raya & banyak mobil yang lewat. Pas kita uda stengah jalan, tiba-tiba ngliat ada anjing duduk depan rumah seberang jalan di kejauhan. Tuh liat di gambar. Kita yang biru, anjingnya yang merah.

cin:     "Je, di depan ada anjing tuh.."
gw:     *deg-degan*
vic:     "Tapi anjingnya tampangnya kalem tuh"
opa:    "Semua anjing juga tampangnya sama kali" -__-

Pas kita lagi ngelewatin itu anjing, tiba-tiba tu anjing berdiri (!!!)

theo:  "Eh anjingnya kayaknya luka tuh"
gw:     O_O!!! "Kalo gitu itu anjingnya emang yang demen berantem anjirrrr"

Bener aja, tu anjing uda gonggongin kita di tempat. Sialnya, pas itu ga da mobil yang lewat (padahal tadinya ada!) trus tu anjing, dengan daging terburai-burai menggelantung di perut, lari nyebrang jalan nyamperin kita!!

Anjir semua langsung kabur. Begonya, si vic & theo kabur ke arah berlawanan -__-
Pas uda nyampe seperempat kali, gw cindy asep liat ke belakang. Anjingnya di kejauhan. Tiba-tiba ngejer lagi !!! gw kabur bawa si bush ampe ilang di tikungan. Sialan....ini namanya lari pagi, bukan jalan pagi lagi... Pas uda agak jauh, gw berhenti. Kaki lemes gemeteran gara-gara takut wakakaka. Terus kita ketemuan lagi sama si vic & theo di deket Abdi Siswa. Pas jalan balik pulang, ada anjing gede lagi O_O" Trus si vic & theo kabur ke arah berlawanan lagi -__-

Kapok sumpah

Nyampe-nyampe rumah, kita masak pop mie goreng dan melupakan segalanya

Sangat disayangkan bagi sisa anak basecamp yang ga ikut seperti Edbert (gara-gara UN), Pia (ga dibolehin plus dia jg masuk skolah), Mia (ga dibolehin), Renate (ada ultah temen), Yoan (ada les paginya). Lain kali ikut ya!!

Saturday, 16 April 2011

rakyat, oh rakyat.. (sebuah tugas PKn)


Indonesia merupakan negara demokrasi. Hal ini dilandasi oleh pasal 1 ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.” Demokrasi dikembangkan dengan tujuan menampung aspirasi yang terdapat dalam masyarakat dan melindungi hak-hak rakyat, di mana hal itu telah menjadi budaya demokrasi yang bersifat universal.

Istilah kata “demokrasi” tidak hanya seputar dunia politik, namun istilah ini ‘merakyat’. Apa maksudnya? Mari kita selidiki dulu etimologisnya: demos berarti “rakyat” dan kratos yang berarti “pemerintahan”, yang bila digabung akan membentuk sebuah arti yakni “pemerintahan rakyat”. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa rakyat, dengan kekuasaan di genggamannya, memiliki hak-hak. Salah satunya adalah hak untuk beraktivitas dan berpendapat melalui organisasi, lembaga, perkumpulan, dsb sebagaimana didukung oleh UUD 1945 pasal 28E ayat 3. Perkumpulan-perkumpulan ini tidak hanya terbatas pada bidang politik, namun juga dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, agama, pendidikan, dan bidang lain yang tergabung sebagai unsur-unsur dalam masyarakat. Kelompok-kelompok ini dapat disebut sebagai Organisasi Massa (OrMas) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

Beragamnya ormas dan LSM yang sudah terbentuk di Indonesia patut diacungi jempol, karena dapat dilihat sebagai realisasi untuk mewujudkan pemerintahan demokratis serta menuju masyarakat madani, dengan Pancasila sebagai landasan utamanya. ormas dan LSM memiliki peran positif, antara lain:
   Menampung serta menyalurkan aspirasi masyarakat di bidang lain selain politik
   Sebagai sarana untuk mengatur kelangsungan hidup sosial masyarakat
   Mewujudkan cita-cita bersama dari anggotanya dan pada akhirnya bermuara pada cita-cita nasional
  Membantu pemerintah dalam mengorganisir dan mengawasi aktivitas masyarakat dalam hal sosial, ekonomi, budaya, agama, pendidikan, olahraga, lingkungan hidup, kesehatan, dan lain-lain.

Fungsi ormas dan LSM sebagai realisasi demokrasi tampak pada cara penyaluran aspirasi, solidaritas, dan penyampaian pendapat yang tertib melalui unjuk rasa, demo, kegiatan organisasi, dan sebagainya. Contohnya yaitu aksi unjuk rasa yang digelar oleh Forum Bhinekka Tunggal Ika di Bundaran HI pada tanggal 13 Februari lalu.

Menyadari fakta bahwa kemajemukan dalam masyarakat Indonesia masih belum dapat diterima dengan baik, maka perselisihan atas dasar SARA merupakan hal yang sulit dihindari. Kini, keberadaan sebagian organisasi kemasyarakatan justru dianggap sebagai pemicu konflik dan pemecah persatuan masyarakat. Maraknya main hakim yang berujung pada kekerasan, dengan mengatasnamakan ormas, telah meresahkan kehidupan masyarakat.

Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menyebutkan bahwa kekerasan yang dilakukan ormas meningkat. Sepuluh kasus terjadi tahun 2007 dan turun menjadi delapan kasus pada tahun 2008. Pada tahun 2009, jumlah itu melonjak menjadi 40 kasus. Meski tahun 2010 belum berakhir, tindak kekerasan yang dilakukan ormas sudah mencapai 49 kasus.
(http://anbti.org/content/menggerus-noda-aksi-kekerasan-ormas)
Beberapa ormas yang anarkis telah dikecam, antara lain FPI (Front Pembela Islam) dan FBR (Forum Betawi Rempug) karena secara tidak langsung, dianggap telah menularkan cara berpikir yang buruk serta tindakan kekerasan di kalangan masyarakat.

Tindakan pemerintah dan aparat keamanan yang tidak tegas dalam mengatasi hal ini pun mulai diekspos dan disorot secara luas. Betapa tidak? Dalam beberapa aksi kekerasan yang berhasil didokumentasikan dalam bentuk gambar maupun video, tidak terlihat adanya upaya penertiban yang berarti oleh pihak yang berwenang. Tidak ada pula penahanan yang dilakukan. SBY pun tidak bergerak sampai pada akhirnya terjadi peristiwa berdarah di Cikeusik pada tanggal 6 Februari lalu, yang disusul dengan konflik di Temanggung dua hari kemudian. Beliau kemudian menyerukan ancaman pembubaran bagi ormas yang berani mempelopori kerusuhan dan konflik lebih lanjut.

Ada apa dengan bangsa ini? Padahal dulunya, Indonesia dikenal sebagai bangsa dengan masyarakatnya yang ramah serta menjunjung tinggi nilai-nilai kenegaraan. Kini, predikat itu hanya tinggal kenangan belaka. Rakyat yang dipercayai dengan kedaulatan, malah menyebabkan perpecahan di antara dirinya sendiri.

“..negara juga telah gagal menjaga dan merawat kebinekaan serta demokrasi. Yang pada akhirnya justru hanya melakukan pembelaan atas kesalahan-kesalahan sendiri. Diawali dengan ketidaktegasan.” - Ivan Faizal Affandi

Saya setuju dengan pendapat di atas. Negara memang kurang tegas. Undang-undang sudah ada, namun pelaksanaannya….memalukan. Namun tidak pantas juga apabila pemerintah terus-menerus disalahkan. Kita juga patut mempertanyakan sikap kita selama ini. Janganlah kita berbuat seperti status di bawah ini:



credits:
http://nasional.vivanews.com/news/read/203801-golkar--negara-gagal
Jonathan Sudibya (thx bro for some of the links)



Do not copas, do not ngecap yaaaa

bloody..

ah ya ini salah satu penyakit yang paling horror bagi gw (other than stomachaches)

gw kencing berdarah.

Diawali dengan sakit jam 4 subuh. Gw kira gara-gara ngeden ato apa *ngaco*. Begitu nyampe sekolah, uda ga terlalu sakit, tapi tetap mengganggu soalnya sepanjang hari gw merasa kebelet. Gila gw takut banget men kalo tiba-tiba ngompol - - Nah hari ini ada olahraga. Habis OR, gw ngomong ke Fanie anak XI bah ttg sakitnya. Dia bilang itu gara-gara infeksi saluran kencing dan gw terlalu cape. "Eh lu baru OR ya?? Ati-ati jee..." dia bilang gitu pas kita lagi otw ke wc. Pas gw kencing, eh sakit banget dan........merah.

Anjir.

Well akhirnya total gw kencing berdarah hari ini adalah 4-5 kali. Jadinya pas latian UV (Ursula Voice) gw duduk terus. Kalo berdiri kelamaan bakal ngrasa kebelet lagi dan......gw takut kencing lagi oi sakit!

Usut-usut, penyebabnya adalah......kurang minum :(
Gw diomel-omelin nyokap karena petuahnya tidak diindahkan. Ya tapi gw juga ga maksud sakit juga kali, mak. Gw orangnya ga gampang haus, jadi suka lupa minum. Trus gw tipe orang yang gampang kembung minum air, uda gt emetophobia pula..

Gw tau uang obat mahal, nyak, ampun.. Kalo gw sengaja sakit ya boleh deh gw dimarahin seharian.. Gw ga dibawa ke dokter pula (as always) *sigh*. Nyokap gw selalu konsul sama temennya yg dokter lewat telpon kalo gw sakit, jd ga usah berobat, tinggal beli obat.

Okeh, berangkat dari pengalaman ini, gw akan membuat resolusi baru yaitu:
minum tiap 1 jam!

Friday, 15 April 2011

strange dream chronicles #3

gw lagi masa-masa enjoy di alam mimpi nih, konfliknya selalu seru tiap malem, alurnya juga sangat tidak terduga *autis* *menganggap mimpi itu film*. Ya, gw sangat menghargai waktu gw tidur. Apalagi belakangan ini suka kurang tidur gara-gara dikejar deadline tugas. Tapi gw ga inget mimpi-mimpi gw nih, begitu bangun langsung lupa.. *sigh*

ada sih bulan lalu gw mimpi bgini gara-gara si xxx ultah:
► Gw lagi di sebuah ruangan kelas. Ntah itu di mana, tp yg jelas bukan kelas di sanur. Terus dia lg ngerayain ultah di kelas itu (aneh kan). Makin aneh lg, pas kita menyanyikan happy birthday buat dia, gw dengan pede nyanyi "happy birthday Ibeth! Happy birthday Ibeth..!"

- -"


Oh, sebelum lupa, satu lagi deh
14 April 2011, gw lagi galau banget, sedih banget. Salah satunya gara-gara 11 april. Dan....gw mimpi ketemu dia, my love. Saking sedihnya, sedih gw bener-bener kebawa mimpi. Gw ga berani ngomong sama dia, gw cuma menggenggam tangan seorang teman yang gw anggep paling mengerti gw & dia. Bener-bener speechless. Begitu bangun, mata gw basah (lagi). Ah shit.

Tuesday, 12 April 2011

redemption

ya, ni hari ada pengakuan dosa, tapi ga ada pemberitahuan kmaren-kmarennya. Tiba-tiba uda dipanggil aje pas pelajaran ke3 disuruh ngaku dosa ke lt3. Gw bener-bener ga siap, men, tapi mau gimana lagi? Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya giliran gw tiba untuk menerima sakramen tobat di ruang kolintang..

Anehnya, pas baru ngaku beberapa dosa aja (baru ngaku jarang doa, jarang ke gereja), gw uda banjir. Wth? Padahal itu bukan dosa berat? Dan sebelum gw masuk tu ruangan, gw udah meyakinkan diri gw ga bakal nangis karena........dosa gw ga pantas untuk ditangisi. Tapi hati nurani merasa lain. Guilt conscience gw muncul dari alam bawah sadar, begitu kuat, dan air mata ga bisa ditahan lebih lama lagi. Gw pun lanjut merapalkan dosa-dosa gw dengan susah payah setelah itu: dosa-dosa yang selalu ada pada setiap pengakuan dosa gw. Tapi kali ini ada yang berbeda. Gw menambahkan satu dosa lagi yang bertahun-tahun lamanya tidak berani gw akui (tentu saja tidak bisa gw tulis di sini).

Dan begitu si romo mendengarkan, tampangnya dari kalem-kalem berubah jadi.....semrawut.

There was a long pause then. The priest appeared to be praying hard, and I can't help but think that my sins were the worst amongst other students. Jesus, please forgive me..

Then he asked,
"What are the things that bring you happiness, child?"








Just seeing the smiles of my dearest people, and being able to laugh with them makes me happy. Peace of heart & mind. I would even be happier if I do not have to bear burdens in life.








But I was in such a state that I couldn't bring myself to answer.
I gave an "I don't know, father..."
My face kept leaking.








Then he asked again
"Do you feel happiness now in your life, child?"








Father, to be truth, I had just cried the same way I do now two nights ago. I felt unloved by my love. And it felt like the end of the world for I do not know the truth, and I am afraid that the truth might kill me. I fear that everyone would leave me in the end.


But those things aren't that bad, are they..?
Because God will always be there for me.








So I answered,
"....I think I'm just fine, father.
I can't say I'm happy, but I can't say I'm unhappy as well.
I think I'm just fine...."




setelah beberapa tanya-jawab lagi, akhirnya si romo nyuruh gw baca PS no 57 sbg penitensi. Sebelum ninggalin ruangan, gw harus mendoakan Doa Tobat dulu. Tentunya, dengan susah payah lagi. Mata uda kabur, muka uda basah, hidung uda merah, ngomong uda ga keruan.

Dan inilah isi PS no 57 (Mazmur 30)



* ulangan:
   Ya Tuhan, aku berseru , dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.

Aku akan memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab engkau membebaskan daku *
dan tidak membiarkan musuh bersukacita atas kemalanganku.
Ya Tuhan, Allahku, aku berseru,*
dan Engkau telah menyembuhkan daku.
Hidupku telah Kauselamatkan dari alam maut, ya Tuhan, *
nyawaku Kaubebaskan dari liang kubur.

Bernyanyilah bagi Tuhan, hai orang yang dikasihiNya,*
persembahkan syukur kepada namaNya yang kudus.
Sesaat saja Tuhan murka, tetapi baik hati seumur hidup,*
semalam saja aku menangis, fajar membawa sukacita.

Semasih aku sejahtera, aku berkata:*
”Aku takkan goyah untuk selama-lamanya”
Tuhan, tatkala Engkau berkenan, aku kuat dan aman, *
kini Kaupalingkan wajahMu daripadaku, maka
tak berdayalah aku.
KepadaMu, ya Tuhan, aku berseru,*
Tuhanku, kasihanilah aku.

Apa gunanya bagiMu, jika nyawaku dicabut? *
Apa gunanya, jika aku turun ke dalam liang kubur?
Dapatkah debu memuliakan Dikau,*
atau mewartakan kesetiaanMu?
Dengarkanlah, ya Tuhan, kasihanilah aku,*
Tuhan, jadilah penolong bagiku.

Ratapku telah Kaujadikan tarian gembira,(+)
pakaian kabungku Kautanggalkan,*
pakaian pesta Kaukenakan padaku.
Maka aku bernyanyi bagiMu dan takkan diam lagi,*
Tuhan Allahku, Engkau kupuji selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa *
dan Putera dan Roh Kudus
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu *
dan sepanjang segala abad. Amin.


Monday, 11 April 2011

anakku pulaaaaaaannggg :D

iye anak gw uda pulang dari ausi lowh (← kayak mak²)
kmaren baru nyampe jakarta.. Setelah dua tahun ga ktemu, jarang chatting, jarang telponan, gw jadi penasaran anak gw udah jadi gimana ahaaauwww welcome home, honey! ♥♥♥♥

here you are, my illegitimate 'child' :3
hayoo cewe ato cowo..

sedihnya pas kamu ultah desember lalu mama ga bisa ikut merayakan..
dan parahnya, mama lupa ngucapin ultah gara² lupa tanggal
(NB: iya gw tau dia ultah tanggal berapa, tapi pas hari H gw melupakan bahwa hari itu adalah tanggal itu. Kedodolan yg luar biasa dan sering terjadi) - -"

ssst kepulangan dia dirahasiakan loh,
cuma gw & temen satu lagi yg dikasih tau
gpp ya bocor di sini, yg kenal lu ga da yg baca juga toh? :P
Wait for my visit this wednesday, honey, mommy's still busy :*

Thursday, 7 April 2011

Timun Mas, sebuah distorsi

N as narrator
TM as Timun Mas
BI as Buto Ijo
M as Mother
F as Father
D as Dukun

N     :   Once, in Jakarta, lived a poor couple. Although they were poor, they lived happily for they loved each other dearly. Sadly, they hadn’t had any children yet. Every day, they prayed to God for a child.

M    :   Oh, God… please give us a child. We promise we will always protect our child. Please answer our prayer. Thank you, God.

N    :   One day, an evil scientist, Buto Ijo, passed by their house. He hear what they were praying for and came into the house without knocking.

M    :    AAAAAA who are you?? Thief!!
BI    :  Excuse me, madam, but I’m a scientist. I know you want to have a child, and I can offer you that, because I have invented “Baby in the Bottle”!!

M    :   huh?

F     :   Don’t worry honey, I’ll save youuuu *hits Buto Ijo*

BI    :   *faints*

F     :   Are you okay, my dear~?

M    :   *hits Father* You idiot!

F     :   What, after all my effort saving you from this criminal??

M    :   He’s a scientist!

F     :  Well, your fault: you screamed “Thieeeeeffff”!! And his fault: he looks like a beggar, are you sure he’s a scientist?

M    :   Look, he has a name tag on his sarung. He said he is selling babies in bottles (?)

F     :  ….Honey, we don’t have much money….don’t you know how hard I have to work just to feed the two of us..? *cries*

M    :  *cries too*….I know.. Aha, I know! Let’s take the bottle, leave the house before he wakes up, and move to a new house!

N    :   And so, as they wanted to have a child so badly, they took the bottle and fled the house, leaving the scientist unconscious. After a few hours…..

BI    :  Hmm…where am I….hmmm isn’t this the couple’s house? Where are they? What happened to me oh my goat, where is the baby in the bottle??

N    :   …and the scientist searched all over JaBoDeTaBek for the couple. One year later, he found them— *interrupted*

BI    :  oh my goat, I’ve been looking for the everywhere and they moved just…just…just next to their previous house?? This is unacceptable!!

N    :   Buto Ijo stormed into the house and saw a girl, painting cucumbers into gold

BI    :   Don’t tell me this is my baby in the bottle! What’s she doing?? Hey, what are you doing, girl?

M    :   AAAAA who are you?? Kidnapper!!!

BI    :  Shut up! I am Buto Ijo, the scientist who gave you the baby in the bottle. I wanted to give it to you free as a sample, but since you’ve treated me badly from the start, I will take her back!
 
M    :   No, please, no, I’m sorryyyy please please please *cries*

TM  :   mommy..? *cries too*

BI    :   Fine, I’ll take her back when she turns 17! Mark my words.

N    :   After telling her husband about what had happened, the couple decided to see a dukun.

M    :   Please, dukun, help us. Don’t let the evil Buto Ijo take our only daughter *cries*

F     :   Yes, Dukun, what shall we do? Please help us.. *cries too*

D    :   Please stop crying. Here is a bag. There are four things inside and a message. They will help your daughter run away from Buto Ijo.

F&M   :  Thank you..!

N    :   So the Dukun put four types of charms in the bag, assuming that Buto Ijo was a creature, not a human being. By the way, remember what the girl was doing? She liked painting cucumbers into gold, then sold them every day at the market. People thought she invented a new type of cucumber, so they’re very interested in buying them. Since then, she was called Timun Mas. She made her family rich. On her sweet 17th birthday, her parents gave her the bag from the Dukun as a gift.

F     :  Timun Mas, promise us that you will bring this bag wherever you go. When you’re in danger, use the things in it one by one.

TM  :    O-Okay…?

M    :    Run, Timun, run!!

TM  :    …?!

N    :    Confused, Timun Mas did as her parents had told her. Soon enough, Buto Ijo was chasing after her. While running, she remembered her father’s word and reached into the bag. There was a message, but she definitely had little time to read it, so she decided to throw first the first charm she managed to grab: salt

BI    :   eww?

TM  :   *reads* Salt, salt, ward off snakes and reptile-like creatures!

BI    :   hey, I’m not a reptile, how dare you!!

TM  :   aaaaaa

N    :    while running, she threw the second item at him

BI    :   ouch!

TM  :   *reads* Garlic, garlic please keep vampires away.

BI    :   Do I look like Edward Cullen to you?? I’m flattered~

TM  :   aaaaaaaaaa wait wait, third item! A spoon!?

N    :    *tells Timun Mas* that’s a silver spoon, used to ward off evil spirit. Well, at least you can hit him with that.

TM  :   *hits Buto Ijo* aaaaaaaa it broke!

BI    :   arrghh *rubs head* Enough! Face your end!

N    :    *whispers to Timun Mas*

TM  :   wait wait, please accept this first. It’s a reward for your succeeding in catching me. I was asked to give it to you

BI    :   what? *receives and tries to open* A book package..?

N    :    *takes Timun Mas by the hand and runs*

BOOOOOOOOMMM

TM  :   Wait, is he dead, is he dead? Oh, I’m so sorry, I didn’t mean to kill you..

BI    :   Ambulance… H-hospital… Take me… there… Please…

Epilogue
N    :  Timun Mas visited Buto Ijo at CiptoMangunkusumo Hospital. She brought a parcel consists of fresh fruits. Buto Ijo was lying on his bed.

TM   :  Have you got better yet? Here, I’ve brought you some fruits…

BI    :  (hoarse voicer) Yeah… Fine… Could’ya help me with this bandage? (tried to undo the bandage around his face)

TM  :  (comes closer to help him) Oh! Yo-Your face…? You look so adorable, Sir, just like Edward Cullen. I-I… (faints)

N     : Actually, the doctors did a plastic surgery on Buto Ijo when they tried to save him from death. Beauty, after all, is very important, isn’t it?