ya, ni hari ada pengakuan dosa, tapi ga ada pemberitahuan kmaren-kmarennya. Tiba-tiba uda dipanggil aje pas pelajaran ke3 disuruh ngaku dosa ke lt3. Gw bener-bener ga siap, men, tapi mau gimana lagi? Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya giliran gw tiba untuk menerima sakramen tobat di ruang kolintang..
Anehnya, pas baru ngaku beberapa dosa aja (baru ngaku jarang doa, jarang ke gereja), gw uda banjir. Wth? Padahal itu bukan dosa berat? Dan sebelum gw masuk tu ruangan, gw udah meyakinkan diri gw ga bakal nangis karena........dosa gw ga pantas untuk ditangisi. Tapi hati nurani merasa lain. Guilt conscience gw muncul dari alam bawah sadar, begitu kuat, dan air mata ga bisa ditahan lebih lama lagi. Gw pun lanjut merapalkan dosa-dosa gw dengan susah payah setelah itu: dosa-dosa yang selalu ada pada setiap pengakuan dosa gw. Tapi kali ini ada yang berbeda. Gw menambahkan satu dosa lagi yang bertahun-tahun lamanya tidak berani gw akui (tentu saja tidak bisa gw tulis di sini).
Dan begitu si romo mendengarkan, tampangnya dari kalem-kalem berubah jadi.....semrawut.
There was a long pause then. The priest appeared to be praying hard, and I can't help but think that my sins were the worst amongst other students. Jesus, please forgive me..
Then he asked,
"What are the things that bring you happiness, child?"
Just seeing the smiles of my dearest people, and being able to laugh with them makes me happy. Peace of heart & mind. I would even be happier if I do not have to bear burdens in life.
But I was in such a state that I couldn't bring myself to answer.
I gave an "I don't know, father..."
My face kept leaking.
Then he asked again
"Do you feel happiness now in your life, child?"
Father, to be truth, I had just cried the same way I do now two nights ago. I felt unloved by my love. And it felt like the end of the world for I do not know the truth, and I am afraid that the truth might kill me. I fear that everyone would leave me in the end.
But those things aren't that bad, are they..?
Because God will always be there for me.
So I answered,
"....I think I'm just fine, father.
I can't say I'm happy, but I can't say I'm unhappy as well.
I think I'm just fine...."
setelah beberapa tanya-jawab lagi, akhirnya si romo nyuruh gw baca PS no 57 sbg penitensi. Sebelum ninggalin ruangan, gw harus mendoakan Doa Tobat dulu. Tentunya, dengan susah payah lagi. Mata uda kabur, muka uda basah, hidung uda merah, ngomong uda ga keruan.
Dan inilah isi PS no 57 (Mazmur 30)
* ulangan:
Ya Tuhan, aku berseru , dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.Aku akan memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab engkau membebaskan daku *
dan tidak membiarkan musuh bersukacita atas kemalanganku.
Ya Tuhan, Allahku, aku berseru,*
dan Engkau telah menyembuhkan daku.
Hidupku telah Kauselamatkan dari alam maut, ya Tuhan, *
nyawaku Kaubebaskan dari liang kubur.
Bernyanyilah bagi Tuhan, hai orang yang dikasihiNya,*
persembahkan syukur kepada namaNya yang kudus.
Sesaat saja Tuhan murka, tetapi baik hati seumur hidup,*
semalam saja aku menangis, fajar membawa sukacita.
Semasih aku sejahtera, aku berkata:*
”Aku takkan goyah untuk selama-lamanya”
Tuhan, tatkala Engkau berkenan, aku kuat dan aman, *
kini Kaupalingkan wajahMu daripadaku, maka
tak berdayalah aku.
KepadaMu, ya Tuhan, aku berseru,*
Tuhanku, kasihanilah aku.
Apa gunanya bagiMu, jika nyawaku dicabut? *
Apa gunanya, jika aku turun ke dalam liang kubur?
Dapatkah debu memuliakan Dikau,*
atau mewartakan kesetiaanMu?
Dengarkanlah, ya Tuhan, kasihanilah aku,*
Tuhan, jadilah penolong bagiku.
Ratapku telah Kaujadikan tarian gembira,(+)
pakaian kabungku Kautanggalkan,*
pakaian pesta Kaukenakan padaku.
Maka aku bernyanyi bagiMu dan takkan diam lagi,*
Tuhan Allahku, Engkau kupuji selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa *
dan Putera dan Roh Kudus
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu *
dan sepanjang segala abad. Amin.
No comments:
Post a Comment